Jumat, 26 Februari 2021

Materi tema 8 tgl. 2 Maret 2021

 

Banjir Bukan Sekadar Bencana Alam

 

Memasuki musim hujan, terjadi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri banjir pun melanda di berbagai tempat. Berbagai faktor penyebab banjir berulang dari tahun ke tahun. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, penebangan liar, pembangunan permukiman tanpa mengindahkan topografi wilayah merupakan penyebab bencana tersebut. Pendangkalan dan penyempitan badan sungai membuat sungai meluap. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor alam. Namun, ada pula ulah manusia yang mempercepat terjadinya hal ini. Menjamurnya rumah di bantaran sungai, misalnya. Permasalahan ini sering terjadi di kota yang berpenduduk padat.

Di sisi lain, penertiban permukiman liar di bantaran sungai juga menjadi kesulitan pemerintah daerah sepanjang waktu. Dari tahun ke tahun, warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta harus selalu siaga ketika curah hujan mulai meninggi. Luapan sungai dapat terjadi hingga ketinggian 1-2 meter di dalam rumah. Bukan hanya barang yang harus di selamatkan, nyawa pun menjadi taruhannya. Sudah diperingatkan bahwa permukiman di bantaran sungai sangat berisiko ketika curah hujan tinggi. Namun, tetap saja mereka kembali ketika banjir telah surut. Tumbuhnya permukiman liar di bantaran sungai mendorong penyempitan badan sungai.

Aktivitas harian warga, seperti mencuci dan membuang sampah di sungai juga makin mempercepat pendangkalan sungai. Di Manado, Sulawesi Utara, rawan banjir dan longsor justru terjadi akibat pembangunan kota yang tidak mengindahkan topografi. Sebagian besar wilayah Manado terdiri atas perbukitan, sementara wilayah daratan dengan permukaan datar sangat terbatas luasnya. Sejalan dengan bertambahnya penduduk, banyak bukit dan lereng kemudian diubah menjadi perumahan.

 

B. Gerakan Bulan

Bulan memiliki dua macam gerakan, yaitu rotasi dan revolusi. Apakah yang dimaksud rotasi dan revolusi Bulan? Apa akibat yang ditimbulkan oleh rotasi dan revolusi Bulan? Kalian akan menemukan jawabannya dengan mencermati uraian berikut.

 

1.     Rotasi Bulan

Perputaran Bulan pada porosnya disebut rotasi Bulan. Untuk satu kali rotasi, Bulan membutuhkan waktu selama satu bulan (29½ hari). Rotasi Bulan tidak memberikan pengaruh apa pun terhadap kehidupan di Bumi.

 

2.     Revolusi Bulan

Sebagai satelit Bumi, Bulan bergerak mengelilingi Bumi. Gerakan Bulan mengelilingi Bumi disebut revolusi Bulan. Waktu yang diperlukan Bulan untuk satu kali revolusi adalah sebulan (29½ hari).

 

Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya Bulan sebenarnya adalah cahaya pantulan dari Matahari. Bagian Bulan yang tampak dari Bumi adalah bagian permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari. Saat berevolusi, luas bagian Bulan yang terkena Matahari berubah-ubah. Oleh karena itu, bentuk Bulan dilihat dari Bumi juga berubah-ubah. Perubahan bentuk Bulan itu disebut fase-fase Bulan.

Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase. Apabila dirata-rata, setiap fase Bulan berlangsung selama kurang lebih 3–4 hari. Pada gambar tersebut, besarnya derajat menunjukkan posisi Bulan terhadap arah datangnya sinar Matahari. Bidang berwarna hitam merupakan bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari. Bidang berwarna abu-abu merupakan bagian Bulan yang terkena sinar Matahari namun tidak terlihat dengan jelas dari Bumi.

Sementara itu, bagian tak berwarna (putih) adalah bagian Bulan yang terkena sinar Matahari dan terlihat dari Bumi. Bagian putih inilah yang dikenal sebagai fase-fase Bulan. Mari kita mengenalinya satu per satu.


a.       Hari pertama

Bulan berada pada posisi 0°. Bagian Bulan yang tidak terkena sinar Matahari menghadap ke Bumi. Akibatnya, Bulan tidak tampak dari Bumi. Fase ini disebut Bulan baru.

b.      Hari keempat

Bulan berada pada posisi 45°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak melengkung seperti sabit. Fase ini disebut Bulan sabit.

c.       Hari kedelapan

Bulan berada pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran. Fase ini disebut Bulan paruh.

d.      Hari kesebelas

Bulan berada pada posisi 135°. Dilihat dari Bumi, Bulan tampak seperti cakram. Fase ini disebut Bulan cembung.

e.       Hari keempat belas

Bulan berada pada posisi 180°. Pada posisi ini, Bulan tampak seperti lingkaran penuh. Fase ini disebut Bulan purnama atau Bulan penuh.

f.        Hari ketujuh belas

Bulan berada pada posisi 225°. Dilihat dari Bumi, penampakan Bulan kembali seperti cakram.

g.       Hari kedua puluh satu

Bulan berada pada posisi 270°. Penampakan Bulan sama dengan Bulan pada posisi 90°. Bulan tampak berbentuk setengah lingkaran.

h.      Hari kedua puluh lima

Bulan berada pada posisi 315°. Penampakan Bulan pada posisi ini sama dengan posisi Bulan pada 45°. Bulan tampak berbentuk seperti sabit.

 

Selanjutnya, Bulan akan kembali ke kedudukan semula, yaitu Bulan mati. Posisi Bulan mati sama dengan posisi Bulan baru. Bedanya, Bulan baru menunjukkan fase awal, sedangkan Bulan mati menunjukkan fase akhir.

 

Selain rotasi dan revolusi, Bulan masih memiliki satu gerakan lagi. Gerakan tersebut adalah bersama-sama Bumi berputar mengelilingi Matahari.

 

 

IPS

1.      Filipina

Nama Asli              :    Republika ng Pilipina

Ibu kota                 :    Manila

Bentuk Negara     :    Republik

Kepala Negara      :    Presiden

Filipina merupakan Negara kepulauan. Terdapat sekitar 7.107 pulau di wilayah negara tersebut.

 

a. Letak dan luas wilayah

Secara astronomis, Filipina terletak pada 4oLU – 21oLU dan 116oBT – 128oBT. Secara geografis, negara tersebut terletak di sebelah utara lepas pantai Pulau Sulawesi.

Batas-batas wilayah Filipina yaitu:

1) Sebelah utara: Taiwan.

2) Sebelah timur: Samudra Pasifik.

3) Sebelah selatan: Laut Sulawesi dan Laut Sulu.

4) Sebelah barat: Laut Cina Selatan.

 

Luas wilayah Filipina sekitar 300.076 km2. Pulau-pulau di Filipina antara lain Pulau Luzon, Pulau Mindano, Pulau Mindoro, Pulau Palawan, dan Pulau Cebu.

 

b. Keadaan alam

Daratan Filipina bagian dari pegunungan vulkanis. Puncak-puncak pegunungan tersebut sebagian besar berada di bawah permukaan laut. Kepulauan Filipina termasuk rangkaian Sirkum Pasifik. Maka dari itu, Negara ini memiliki banyak gunung api seperti Gunung Mayon di Pulau Luzon, dan Gunung Apa di Pulau Mindanao.

Filipina memiliki iklim tropis. Suhu rata-rata mencapai 27oC. Adapun curah hujan mencapai 2.030 mm. Sepertiga wilayah daratan Filipina berupa hutan. Di wilayah ini juga terdapat sekitar 10.000 spesies tumbuhan dan 700 spesies burung.

 

c. Keadaan penduduk

Di Filipima terdiri dari 100 suku bangsa. Penduduk terbesar adalah keturunan bangsa Spanyol, yang disebut Mestizo.

Adapun penduduk asli Filipina adalah bangsa negrito. Sebagian besar penduduk Filipina memeluk agama Katolik Roma. Di Pulau Mindanao terdapat suku bangsa Moro yang memeluk agama Islam.

Bahasa yang digunakan penduduk Filipina adalah bahasa Tagalog, Inggris, dan Spanyol. Bahasa Tagalog merupakan bahasa resmi negara.

Kegiatan ekonomi utama penduduk Filipina adalah pertanian. Hasil pertaniannya antara lain, padi, kelapa, abbaka, nanas, dan gula. Kegiatan ekonomi lain yang dilakukan penduduk Filipina adalah pertambangan dan industri. Hasil tambang Filipina antara lain kobalt, tembaga, emas, nikel, bijih besi, dan minyak bumi. Ada pula penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Mereka adalah penduduk yang tinggal di pulau-pulau kecil.

 

2.      Brunei Darussalam

Nama Asli              :    Brunei Darussalam

Ibu Kota                :    Bandar Seri Begawan

Bentuk Negara     :    Kerajaan

Kepala Negara      :    Sultan

 

Brunei Darussalam termasuk salah satu dari negara kecil di dunia. Dalam luas wilayah, Brunei Darussalam menempati urutan ke 148. Meskipun demikian, negara ini termasuk negara makmur di dunia. Pendapatan per kapitanya menduduki peringkat 10 dunia.

 

a. Letak dan luas wilayah

Brunei Darussalam terletak di pantai barat laut Pulau Kalimantan, wilayah bagian utara menghadap ke Laut Cina Selatan. Wilayah bagian tengah Brunei terbagi oleh wilayah Malaysia.

Secara astronomis, Brunei Darussalam terletak pada 4oLU – 5oLU dan 114oBT – 115oBT. Batas-batas wilayah Brunei yaitu:

1) Sebelah utara: Laut Cina Selatan.

2) Sebelah timur: Serawak, Malaysia.

3) Sebelah selatan: Serawak, Malaysia.

4) Sebekah barat: Serawak, Malaysia.

 

Luas wilayah Brunei Darussalam hanya 5.765 km2. Luas wilayah tersebut mencakup 33 pulau kecil di sekitarnya.

 

b. Keadaan alam

Daerah tepi pantai Brunei berupa rawa-rawa hutan bakau. Adapun daerah pedalaman berupa perbukitan. Di daerah ini terdapat hutan hujan. Hutan ini menjadi tempat hidup berbagai satwa, sepert gajah, harimau tutul, dan kera. Brunei juga memiliki sungai. Sebagian sungai mengalir ke daerah utara.

Sungai terpanjang di Brunei adalah Sungai Belait. Brunei memiliki iklim tropis. Curah hujan rata-rata 2.000 mm per tahun. Puncak tertinggi di Brunei adalah Gunung Pagon. Ketinggiannya mencapai 1.850 m.

 

c. Keadaan penduduk

Sebagian besar penduduknya merupakan keturunan Melayu. Sisanya adalah keturunan Cina dan India.

Dalam percakapan sehari-hari, penduduk Brunei menggunakan bahasa Melayu, Inggris, dan Cina. Bahasa Melayu menjadi bahasa nasional.

Penduduk Brunei memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi. Pemerintah menyediakan perawatan kesehatan dan pendidikan secara cuma-cuma (gratis). Kekayaan minyak bumi menjadikan Brunei tumbuh menjadi negara kaya.

 

 

B. Alat Musik

Alat musik adalah suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan menghasilkan musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang memproduksi suara, dan dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi, dapat disebut sebagai alat musik. Walaupun demikian, istilah ini umumnya diperuntukkan bagi alat yang khusus ditujukan untuk musik, Sedangkan bidang ilmu yang mempelajari alat musik disebut organologi. Alat musik di dunia musik indonesia sangatlah berfariasi dan beranekaragam jenisnya, untuk mempermudah mempelajarinya maka alat-alat musik tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok alat musik antara lainix: 1. Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyinya Jenis alat musik ini dibagi menjadi lima kelompok, pengelompokan ini berdasarkan pusat sumber bunyi yang menghasilkan suara atau nada, kelima kelompok tersebut adalah:

a.Idiofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari bahan dasarnya. Contoh: drums, angklung, kulintang, kabasa, dan lain-lain.

 

b.Aerofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari hembusan udara pada rongga. Contoh: flute, terompet, harmonika, trombone.


c.Chordofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari dawai. Contoh: bass, gitar, biola, sitar, piano, kacapi, dan lain-lain.


d.Membranofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dari selaput atau membran. contoh : tifa, drum, kendang, rebana, dan lain-lain.


e.Elektrofon, adalah alat musik yang sumber bunyinya dibangkitkan oleh tenaga listrik (elektronik). Contoh : keyboard, gitar elektrik, bass elektrik, drums elektrik, dan lain-lain.


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan sampaikan pesan kalian di sini