Senin, 30 Maret 2026

Materi IPAS Tanggal 31 Maret 2026

 Benua di Dunia

 

Benua Antartika mengandung lebih dari setengah air tawar dunia dalam lapisan es yang membeku. Sebuah jurnal penelitian menuliskan bahwa perilaku manusia selama berabadabad berikutnya, mengirim air itu ke laut secara permanen (mencairnya es). Jika pemanasan global dibiarkan terus tanpa terkendali, Antartika akan melewati waktu yang bisa membuat benua tersebut menjadi gersang. Dalam sebuah percobaan menggunakan komputer, beberapa peneliti mencoba melakukan sebuah simulasi untuk melihat bagaimana kondisi Antartika pada ribuan tahun dari sekarang.  Dalam percobaan tersebut, para ilmuwan memasukkan angka rata-rata kenaikan suhu di seluruh dunia sebagai dampak pemanasan global. Saat ini, rata-rata suhu naik 7,2°  Fahrenheit (4°Celcius). Jika kenaikan suhu mencapai 18°F

 (10°C), hampir pasti Antartika akan ‘bebas es’. Lalu, apa dampaknya bagi dunia? Para peneliti di Potsdam Institute for Climate Impact Research (PIK) di Jerman menyebutkan, jika Benua Antartika kehilangan semua esnya, permukaan laut di seluruh dunia akan naik hampir 200 kaki (58 m).

Bumi memiliki dua kutub, yaitu Kutub Utara (Arktik) dan Kutub Selatan (Antartika). Apa perbedaan keduanya? Arktik berasal dari bahasa Yunani arktikos yang artinya Utara. Sementara itu, Antartika berasal dari kata antartikos yang artinya lawan dari Utara.  Wilayah Kutub Utara atau Arktik berupa lautan yang dikelilingi oleh daratan. Lautan di Arktik tertutup oleh lapisan es yang dikelilingi oleh permafrost. Permafrost merupakan lapisan tanah tebal yang beku. Di musim dingin, suhu lapisan es ini bisa mencapai -40°C.  Sebaliknya, Antartika atau Kutub Selatan merupakan wilayah daratan yang dikelilingi oleh lautan. Hampir seluruh wilayah di Benua Antartika ditutupi lapisan es yang tebalnya lebih dari 1.600 meter. Wilayah Antartika merupakan benua paling dingin, berangin, dan kering di Bumi. Bayangkan saja, suhu di sana bisa mencapai -89°Celcius! Jika kalian melihat beruang kutub, itu artinya kalian melihat kawasan Kutub Utara. Karena di Kutub Selatan tidak ada beruang kutub, tetapi ada penguin. Sebagian wilayah Kutub Utara yang ditinggali manusia meliputi Kanada, Amerika Serikat, Rusia, Finlandia, Swedia, Norwegia, Islandia, dan Denmark. Sementara,

 di Antartika hanya ada sebuah stasiun penelitian, tanpa kehidupan manusia.  Suhu air di bawah lapisan es di Arktik lebih hangat, dibandingkan suhu tanah

 di bawah lapisan es di Antartika. Kondisi ini membuat suhu di Arktik tidak seekstrem di Antartika. Saat Bumi mencapai titik terjauh dengan Matahari atau aphelion, Benua Antartika mengalami musim dingin. Oleh karena itu, suhunya pun menurun lebih ekstrem dibandingkan musim dingin di Arktik. Namun, keduanya memiliki kesamaan, yaitu menjaga iklim di Bumi. Dua kutub ini membantu menjaga suhu normal di zona lainnya di Bumi. Oleh karena itu, perubahan iklim yang berdampak pada es yang meleleh di Kutub Utara bisa memengaruhi semua wilayah di Bumi.

Pada masa lalu, kapal dagang dari Laut Tengah butuh waktu lama untuk berlayar ke Samudra Hindia, karena kapal harus mengitari Tanjung Harapan di Afrika Selatan terlebih dahulu. Di bawah komando Napoleon Bonaparte, akhirnya Perancis berinisiatif membangun sebuah terusan atau kanal. Ferdinand de Lesseps menjadi sosok arsitek yang berjasa di balik mega proyek ini.  Terusan yang dibangun rencananya menghubungkan Laut Merah dan Laut Tengah untuk mempercepat waktu tempuh sehingga dapat menguntungkan para pedagang. Terusan yang dibangun itu bernama Terusan Suez. Kini, usianya sudah lebih dari 100 tahun dan sangat membantu proses perdagangan banyak negara.  Tetapi, tak banyak yang tahu bahwa untuk membangun terusan ini dibutuhkan tenaga kerja yang besar. Pemerintah menerapkan sistem kerja paksa dengan upah minimal dan ancaman kekerasan. Di akhir 1861, pembangunan Terusan Suez dimulai dengan puluhan ribu petani menggali bagian awal kanal dengan tangan dan peralatan seadanya. Karena perkembangan sangat lambat dan memakan banyak korban, pembangunan pun dilanjutkan menggunakan kapal keruk bertenaga uap dan batubara.  Tanah Panama yang menghubungkan Amerika Utara dan Amerika Selatan merupakan wilayah yang diapit Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Ide membangun terusan ini pertama kali dilontarkan pada tahun 1513. Namun, baru terwujud ratusan tahun kemudian. Keberhasilan Ferdinand de Lesseps membangun Terusan Suez pada tahun 1869 membangkitkan kembali mimpi tersebut. Sebelas tahun setelahnya, pembangunan Terusan Panama dirancang. Namun, prosesnya tak semulus pembangunan Terusan Suez. Penyakit kuning dan malaria menjangkiti para pekerja. Kebocoran keuangan juga membuat proyek itu terhenti di tahun 1888. Sang arsitek, Ferdinand de Lesseps bahkan divonis 5 tahun penjara dengan tuduhan penggelapan. Ia baru menyelesaikan proyek itu sekitar 40% saja.  Pembangunan Terusan Panama juga melibatkan proses politik dengan campur tangan pemerintah Amerika Serikat. Hingga akhirnya, terusan ini selesai dibangun pada tahun 1914 yang dipimpin Kolonel George W. Goethals. Keberhasilan pembangunannya disebut-sebut sebagai kejayaan besar dunia engineering. Selama setahun, terusan ini bisa dilewati 12 ribu kapal.

Tulip Time, sebuah tradisi tahunan di Belanda untuk menikmati bunga tulip yang sedang mekar. Acara tahunan ini dimulai sejak tahun 1929, dan terus berlangsung setiap tahun hingga kini. Selain menikmati bunga tulip yang sedang mekar, festival ini juga menyajikan berbagai pertunjukan tradisional khas Belanda. Seperti tari klompen dan festival berbagai kuliner khas negeri kincir angin tersebut. Festival ini berlangsung dari akhir Maret hingga pertengahan Mei. Festival menikmati bunga yang sedang mekar ini juga dimiliki oleh Jepang - dengan bunga sakuranya.

Masyarakat nomaden, sering ditemui di kawasan gurun. Saat ini, masih ada sekitar 30 - 40 juta orang yang menjalani hidup secara nomaden. Sebagian di antaranya tinggal di wilayah gurun di Benua Afrika. Ada suku Pokot yang hidup di Kenya dan Uganda. Mereka hidup berpindah sambil memelihara hewan ternak berupa sapi, domba, dan kambing. Ciri khas suku Pokot, yaitu mengenakan pakaian dan aksesoris dari manik-manik. Bagi kelompok Pokot, cerita rakyat, pepatah, serta teka-teki merupakan bekal penting bagi pendidikan anak-anak mereka.  Selain suku Pokot, ada pula suku Tuareg yang tinggal di Gurun Sahara. Mereka tersebar di Nigeria, Mali, dan Burkina Faso. Suku ini dipimpin oleh seorang perempuan. Suku Tuareg mahir dalam hal astronomi, karena langit sangat bersih untuk diamati di daerah gurun.

Peternak Selandia Baru vs Amerika Serikat Selandia Baru (New Zealand) merupakan sebuah negara di Benua Australia yang sangat terkenal dengan produk pertanian dan peternakannya. Saat ini, 95% hasil pertanian dan peternakan Selandia Baru diekspor untuk memenuhi kebutuhan dunia. Komoditi yang paling terkenal berupa buah-buahan serta hewan peternakan seperti sapi, domba, dan produk-produk turunannya (susu, keju, wol).

Apa yang membuat kualitas produk Selandia Baru diakui dunia? Selama berpuluh tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran (melalui pajak) untuk membangun kapasitas dan kemampuan para petani. Pemerintah Selandia Baru berinvestasi pada penelitian dan pengembangan serta inovasi teknologi di sektor agrikultur.   Petani dan pemerintahnya juga fokus mengembangkan apa yang dapat mereka produksi secara optimal berdasarkan kondisi geografis, iklim, wawasan, serta sumber daya yang dimiliki. Selandia Baru sadar bahwa kondisi geografis mereka kurang mendukung untuk pertanian gandum. Dan bila memaksakan mereka akan kalah bersaing dengan negara-negara Eropa. Sektor agraria Selandia Baru saat ini menjadi sangat efektif efisien karena petani didorong untuk terus berinovasi agar dapat bertahan dalam persaingan global.   Kondisi sebaliknya terjadi di negara-negara bagian Amerika. Pemerintah tidak mendorong adanya inovasi agar bisa bertahan di perdagangan global. Mereka terus-menerus memberi subsidi yang menyebabkan petani/peternak sangat bergantung pada bantuan pemerintah.   Selain itu, bantuan dana dari pemerintah sering jatuh ke tangan perusahaan distributor, yang sebetulnya tidak terlalu membutuhkan bantuan. Hal yang terjadi perusahaan besar tersebut mencari cara untuk menekan biaya produksi demi mendapat harga termurah. Akibatnya, kualitas komoditi agraria di negara bagian Amerika kalah bersaing dengan produk serupa dari Eropa dan Australia.

Memanfaatkan Tanah Lapang sebagai Kebun ‘Penangkap Angin’ Denmark dianugerahi kondisi geografis yang unik. Negara ini seolah-olah ‘terperangkap’ di antara Laut Utara dan Laut Baltic. Kondisi ini membuat Denmark menjadi area yang banyak mengalami angin kencang. Namun, Denmark mampu memanfaatkan kondisi tersebut untuk membangun dan mengembangkan turbin angin sebagai sumber energi.   Bahkan, pemerintah Denmark menargetkan di tahun 2050 sepenuhnya telah menggunakan sumber energi terbarukan. Saat ini, lebih dari 45% kebutuhan energi di Denmark berasal dari pembangkit listrik tenaga angin. Denmark memanfaatkan area lepas pantai dan beberapa wilayah terbuka (di daratan) untuk memasang ratusan turbin.   Selain Denmark, China merupakan negara yang juga memanfaatkan karakteristik kondisi geografisnya untuk mengembangkan turbin angin. Kecepatan angin sebagai sumber energi dipengaruhi oleh kondisi topografi suatu wilayah. Umumnya, wilayah yang dapat mengembangkan turbin angin berada di daerah pesisir atau dataran tinggi terbuka. Salah satu wilayah yang China gunakan untuk kebutuhan tersebut, yaitu kebun angin Huitengxile.   Sebenarnya, kondisi geografis Indonesia juga mendukung untuk pengembangan energi terbarukan ini. Dan sejak 2020 lalu, pemerintah mulai aktif berdiskusi dengan beberapa negara, termasuk Denmark dan China untuk membangun kawasan serupa di Indonesia.

Seperti kita tahu, Singapura merupakan negara dengan luas wilayah sangat kecil di Semenanjung Malaya. Namun, negara ini punya peran sangat penting bagi perdagangan dan keuangan internasional. Letak wilayah negara Singapura sangat strategis bagi jalur lintas laut perdagangan internasional dan lalu lintas penerbangan internasional.  Sejak berdiri pada 9 Agustus 1965, negara ini memiliki segudang permasalahan, seperti pengangguran yang merajalela di seluruh negeri, resesi besar-besaran, tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan lain-lain.   Tak hanya itu, negara Singapura memiliki segudang kekurangan dari negara-negara tetangganya. Namun, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Lee Kuan Yew dan perdana menteri selanjutnya, Singapura mampu bangkit menjadi negara maju dan pelopor industri  pertama di wilayah Asia Tenggara.  Pemerintah Singapura mengarahkan perekonomian negaranya kepada empat tahap percepatan pembangunan yang singkat dan sistematis agar menjadi negara maju pertama di ASEAN. Masyarakat Singapura dituntut memiliki karakter kreatif, inovatif, mandiri, pekerja keras, dan menguasai teknologi mutakhir. Mungkin penanaman karakter ini yang membuat negara Singapura menjadi maju dalam berbagai aspek kehidupan.   Ada empat strategi yang dilakukan oleh  pemerintah  Singapura untuk menjadi negara maju pertama di ASEAN, yaitu: 1. Mengolah sumber daya alam mentah dan diekspor ke negara berkembang, seperti industri pengilangan minyak. 2. Melakukan restrukturisasi industri yang semula padat karya menjadi padat modal dengan sistem mekanisasi dan komputerisasi. 3. Melakukan restrukturisasi di sektor jasa dengan meningkatkan fasilitas umum berstandar internasional, seperti Bandara Internasional Changi dan Pelabuhan Harbourfront. 4. Meningkatkan kualitas teknologi dalam negeri untuk menunjang kehidupan masyarakatnya

Indonesia dan Jepang sama-sama terletak di daerah merah. Keduanya berdiri

 di zona Cincin Api Pasifik, yang tak lain merupakan lokasi dari 90 persen gempa di dunia.   Menurut United States Geological Survey (USGS), Indonesia merupakan negara dengan frekuensi gempa Bumi terbanyak di dunia. Indonesia hanya kalah dengan Jepang jika perbandingannya berupa luas daratan yang kerap diguncang gempa. Karena wilayah Indonesia yang besar maka tidak semua gempa berdampak langsung atau bisa dirasakan di daratan.  Sekitar 1.500 gempa menghantam negeri Sakura tiap tahunnya. Berada di sepanjang zona Cincin Api Pasifik membuat tanah Jepang tidak stabil. Tremor kecil terjadi hampir setiap hari. Salah satu gempa Bumi terburuk yang dialami Jepang pada abad ke-20 terjadi pada 17 Januari 1995. Gempa Bumi berkekuatan 6,9 skala richter mengguncang Kobe selama 20 detik. Sekitar 4.600 dari 6.434 korban jiwa berasal dari Kobe.  Menyadari dampak besar dari gempa Bumi, Jepang segera melakukan evaluasi besar-besaran. Para peneliti mengungkap bahwa gempa besar pada 1995 disebabkan pergerakan lempeng Bumi. Untuk urusan ini, sulit rasanya membayangkan ada sebuah teknologi yang mampu menghentikan aktivitas lempeng Bumi yang terus aktif bergerak.

Sadar betul akan risiko dari karakteristik wilayahnya, Jepang melakukan banyak inovasi dalam hal mitigasi bencana. Beberapa wilayah pesisir Jepang dilengkapi tempat perlindungan tsunami, sementara beberapa lainnya membangun pintu air untuk mengontrol aliran air dari tsunami.   Dilansir dari The Telegraph, generasi anak-anak Jepang pasca-gempa Kobe 1995 juga akrab dengan latihan mitigasi bencana gempa Bumi. Ketika alarm peringatan berbunyi, anak-anak di sekolah mulai mencari tempat berlindung di kolong meja guna melindungi diri dari reruntuhan barang dan material bangunan. Latihan itu dilakukan setiap bulan.   Ada pula aturan yang mewajibkan sekolah dengan dua lantai atau lebih dilengkapi jalur evakuasi yang dapat dipakai anak-anak untuk menuju ke tempat aman. Sekolah juga bisa menjadi penampungan dadakan ketika rumah para siswa rusak akibat gempa.  Program mitigasi gempa Bumi di Jepang ini membuahkan ketenangan luar biasa di kalangan anak-anak hingga orang dewasa tiap kali Bumi mulai bergetar. Dalam pendidikan mitigasi bencana, nilai saling tolong-menolong pun diajarkan. Anak-anak diprioritaskan selama proses evakuasi sehingga mereka bisa mentransfer pengetahuan kepada orang-orang di sekitarnya jika bencana kembali terjadi kelak. Akhirnya, kebiasaan ini menular dan berhasil menyelamatkan banyak nyawa.    Selain alarm peringatan dan edukasi, Jepang juga sangat memerhatikan soal struktur bangunan. Seperti inovasi pada struktur beton bertulang yang mampu menahan gempa meski tidak mengurangi risiko getaran. Inovasi ini memanfaatkan minyak, karet, dan zat-zat lain yang tertanam di antara struktur bangunan dan tanah. Bantalan yang tercipta dari struktur yang dipakai oleh 7.600 konstruksi di Jepang ini menjadikan bangunan tahan gempa.   Jepang banyak belajar dari gempa di Kobe tahun 1995 silam. Dan ‘hasil belajar’ itu kini mampu menyelamatkan ribuan nyawa ketika gempa terjadi.

Setiap negara di dunia memiliki ketersediaan sumber daya alam dan manusia yang berbeda. Perbedaan ini mendorong setiap negara untuk bekerja sama hingga mengakibatkan terjadinya globalisasi. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia harus bisa melestarikan budayanya agar tetap memiliki kekhasan identitas sebagai sebuah bangsa. Bagaimana peran kita di tengah kerja sama dunia, perkembangan globalisasi, dan pelestarian budaya? Ayo, kita pelajari bersama-sama di tema ini!

Coba kalian bayangkan, ada dua desa bernama Desa Sumber Sari dan Desa Makmur Jaya. Sejak zaman dahulu, Desa Sumber Sari  terkenal sebagai penghasil beras, sementara Desa Makmur Jaya terkenal karena produksi pakaiannya. Menurut kalian, apakah penduduk kedua desa tersebut bisa hidup hanya dengan beras atau pakaian saja? Lalu, apa yang harus dilakukan? Betul sekali. Desa Sumber Sari dan Desa Makmur Jaya harus memenuhi kebutuhan satu sama lain dengan cara melakukan pertukaran barang atau perdagangan. Perdagangan antardaerah seperti cerita di atas juga terjadi dalam lingkup yang lebih luas, yaitu dunia. Dengan potensi sumber daya yang berbeda, setiap negara perlu menjalin hubungan dengan negara lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Oleh karenanya, kita mengenal istilah perdagangan internasional atau perdagangan antarnegara.

Sepatu Banu yang dibuat di Vietnam termasuk barang impor karena Indonesia membeli atau mengirimkan barang tersebut dari luar negeri ke dalam negeri. Adapun bagi negara Vietnam, sepatu tersebut merupakan barang ekspor. Dalam perkembangannya, hubungan antarnegara tidak hanya berkaitan dengan urusan perdagangan saja. Hubungan antarnegara juga diperlukan untuk berbagai tujuan, seperti mengenal budaya satu sama lain, menyebarkan agama, menjaga keamanan, mengembangkan teknologi, atau menangani persoalan dunia bersama-sama.

Mengenal Perdagangan Antarnegara Usai memahami profil negara kalian, mari kita melakukan upaya untuk dapat memenuhi kebutuhan negara kalian. Guru kalian akan mengatur ruang kelas sehingga setiap kelompok  mendapat wilayah yang cukup leluasa. Berikut yang harus kalian lakukan. 1. Temukan teman yang mendapat nama negara  yang sama dengan kalian. 2. Pergilah ke wilayah yang ditunjuk guru, lalu atur gambar-gambar potensi dan kebutuhan negara kalian. 3. Bagi tugas antaranggota di mana salah satu anggota menjaga negara dan anggota yang lain bisa berkeliling ke negara-negara lain untuk menemukan kebutuhan negara. 4. Lakukan pertukaran atau perdagangan dengan negara-negara tersebut. Hal yang perlu kalian ketahui, yaitu semakin banyak sebuah negara melakukan ekspor maka semakin menguntungkan bagi negara tersebut. Sebaliknya, semakin banyak sebuah negara melakukan impor maka semakin tidak menguntungkan bagi negara tersebut. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Perkembangan teknologi memudahkan hubungan dan kerja sama antarnegara. Hubungan yang kian meningkat ini pun mulai menghapuskan batas-batas geografis antarnegara. Oleh karenanya, saat ini sebuah peristiwa yang sedang terjadi di satu daerah dapat dengan mudah diketahui oleh daerah lainnya di dunia. Begitu pula sebuah perubahan yang terjadi di satu wilayah dunia dapat dengan mudah memengaruhi atau memberikan dampak bagi wilayah-wilayah di belahan bumi yang lainnya. Proses perkembangan yang mencakup seluruh dunia ini kemudian disebut dengan globalisasi.

Globalisasi tidak terjadi dengan sendirinya, lho! Ada beberapa faktor yang memengaruhinya, antara lain perkembangan sistem perekonomian dunia, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, serta kemajuan teknologi dalam bidang transportasi. Perkembangan globalisasi juga terjadi seiring dengan kehadiran perusahaan multinasional. Dari namanya, apakah kalian sudah dapat membayangkan apa yang dimaksud dengan perusahaan multinasional? Ya, multi berarti banyak, sedangkan nasional berarti bangsa atau negara. Jadi, perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di beberapa wilayah negara. Misalnya, terdapat sebuah perusahaan sepatu yang memiliki pabrik pengolahan bahan baku di Indonesia dan pabrik produksi barang jadi di Vietnam. Sementara, kantor pusatnya berada di Amerika dan memiliki kantor pemasaran di seluruh negara Asia.  Globalisasi juga memungkinkan penyebaran sebuah tren di satu wilayah dapat menyebar ke seluruh wilayah dunia. Maraknya penggemar klub sepak bola Eropa serta film dan musik Korea merupakan contoh dari fenomena globalisasi tersebut. Globalisasi memungkinkan barang-barang, informasi, hingga budaya dari suatu negara masuk ke negara lain.

Globalisasi di Berbagai Bidang

1.       Bidang Ekonomi Globalisasi dalam bidang ekonomi dimulai dengan perubahan mekanisme pertukaran barang dan jasa. Globalisasi mengintegrasikan ekonomi setiap negara ke dalam sebuah sistem ekonomi global yang saling terintegrasi satu sama lain. Dalam globalisasi ekonomi, terjadi persaingan bebas melalui mekanisme pasar bebas yang berlaku internasional.

2.       Bidang Politik Hubungan diplomatik antarnegara di dunia kini makin meningkat seiring derasnya arus globalisasi di bidang politik. Globalisasi memudahkan kerja sama internasional antarnegara, baik negara maju maupun negara berkembang. Hubungan diplomatik tersebut meningkatkan serta memperluas hubungan antarnegara di berbagai bidang, serta membuka partisipasi aktif bagi setiap negara dalam politik internasional menuju perdamaian dunia. Globalisasi turut pula membentuk sistem politik suatu negara. Hal ini dikarenakan negara-negara lebih terbuka untuk mempelajari dan menerapkan sistem ketatanegaraan yang lebih baik, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misalnya, Indonesia kini membentuk instansi baru seperti MK dan DPD. Kini, masyarakat juga lebih melek akan politik dan mau terlibat dalam persoalannya. Hal ini dibuktikan dengan bermunculannya partai politik sebagai bentuk aspirasi masyarakat. 3. Bidang Budaya Globalisasi juga memengaruhi budaya suatu bangsa. Hal ini disebabkan beberapa faktor, seperti proses migrasi penduduk dari satu negara ke negara lain dan menetap dalam waktu lama. Tak bisa dipungkiri, mereka turut serta membawa budaya dari negara asalnya. Selain itu, globalisasi di bidang budaya juga mewujud dalam mode atau fashion yang sedang populer. Misalnya, mode atau fashion Korea yang saat ini sedang digemari oleh masyarakat Indonesia.  Hubungan antarnegara terjadi karena setiap negara perlu saling memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan tersebut tidak hanya terkait dengan bidang ekonomi saja, namun terkait juga dengan bidang-bidang lain, seperti bidang pertahanan dan  keamanan, teknologi, kesehatan, budaya, agama, pendidikan, pariwisata, dan lain-lain.  Banyak negara yang menawarkan peluang beasiswa untuk sekolah di negaranya. Kalian bisa belajar dari negara lain dan mengembangkan Indonesia dengan ilmu tersebut. Apakah kalian memiliki cita-cita untuk belajar di luar negeri?

Pada topik sebelumnya, kita sudah mempelajari mengenai hubungan kerja sama antarnegara. Lalu, apa peran yang dilakukan Indonesia di tengah perkembangan kerja sama dunia tersebut? Wilayah nusantara sudah terlibat dalam perkembangan kerja sama dunia sejak ribuan tahun yang lalu. Pada masa kerajaan, banyak catatan sejarah yang menyebutkan jika wilayah nusantara sudah melakukan hubungan kerja sama di bidang perdagangan, politik, hingga budaya dan keagamaan dengan wilayah lain, seperti Tiongkok dan India.  Keterlibatan Indonesia dalam pergaulan dunia terus berlanjut hingga masa kemerdekaan. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia ikut berpartisipasi dalam sistem ekonomi dan percaturan politik dunia.  Sebagai negara yang beradab, Indonesia menjalin hubungan luar negeri dengan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan, saling menghormati, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, serta menolak menggunakan segala bentuk tindakan kekerasan.

Salah satu peran Indonesia dalam kerja sama dunia, yaitu ikut mendirikan lembaga internasional sebagai sarana dalam mewujudkan kepentingan bersama. Lembaga tersebut bernama Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan BangsaBangsa Asia Tenggara. Selain itu, Indonesia juga berperan aktif di lembaga dunia bernama United Nations (UN) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di antaranya dengan menjadi anggota dewan keamanan yang mengirimkan personel kepolisian dan militer dalam misi perdamaian ke negaranegara yang sedang berkonflik.

ASEAN merupakan organisasi negara-negara di Asia Tenggara yang bertujuan untuk: a. meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan; b. menjaga perdamaian; c. serta mengembangkan kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan lain-lain.

 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan organisasi negara-negara di dunia yang bertujuan untuk: a. menjaga perdamaian dan keamanan dunia; b. memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan antarbangsa melalui penghormatan terhadap hak asasi manusia; c. membina kerja sama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan; d. menjadi pusat tindakan bersama terhadap negara yang membahayakan perdamaian dunia; e. menyediakan bantuan kemanusiaan apabila terjadi kelaparan, bencana alam, dan konflik bersenjata; Dalam perkembangannya, seluruh negara di dunia saat ini sedang menghadapi permasalahan global yang perlu diantisipasi secara bersama-sama. Permasalahan global adalah permasalahan yang berlangsung di hampir seluruh dunia, seperti persoalan ekonomi, polusi, perubahan iklim, dan lain sebagainya. Dalam rangka menghadapi permasalahan global bersama-sama, seluruh negara anggota PBB pada tahun 2015 menyepakati tujuan bersama untuk dicapai di tahun 2030. Tujuan tersebut terangkum dalam 17 poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Berikut ke-17 poin Sasaran Pembangunan Berkelanjutan tersebut. 1. Menghilangkan kemiskinan. 2. Menghilangkan kelaparan. 3. Menjamin kehidupan sehat dan sejahtera. 4. Memberikan pendidikan berkualitas. 5. Kesetaraan gender. 6. Menyediakan air bersih dan sanitasi layak 7. Menyediakan energi bersih dan terjangkau. 8. Menyediakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. 9. Membangun industri, inovasi, dan infrastruktur. 10. Mengurangi kesenjangan. 11. Membangun kota dan pemukiman yang berkelanjutan. 12. Membudayakan konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. 13. Menangani perubahan iklim. 14. Melestarikan ekosistem lautan. 15. Melestarikan ekosistem daratan. 16. Mewujudkan perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. 17. Membangun kemitraan untuk mencapai tujuan.

Indonesia melakukan kerja sama dengan negara-negara lain agar kebutuhan rakyatnya terpenuhi serta menjalin persahabatan. Pada dasarnya, kerja sama itu harus saling menguntungkan. Negara-negara yang terlibat dalam kerja sama tersebut harus saling menghargai. Kerja sama juga bisa terbagi-bagi berdasarkan jumlah maupun kawasan yang terlibat. Jika dilihat dari kawasannya, jenis kerja sama terbagi menjadi  kerja sama regional dan kerja sama internasional. Kerja sama regional adalah kerja sama negara-negara dalam satu kawasan (negara-negara yang wilayahnya berdekatan). Misalnya, ASEAN yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Adapun kerja sama internasional adalah kerja sama antarnegara yang tidak dibatasi wilayah dan mencakup seluruh dunia.

Kerja sama dengan negara lain memang menguntungkan. Namun, hubungan tersebut membuat pengaruh dan budaya dari negara lain masuk ke Indonesia. Carilah informasi dari berbagai sumber tentang beberapa bentuk kerja sama Indonesia dengan negara-negara tetangga di wilayah Asia Tenggara di bidang pendidikan, ekonomi, budaya, dan olahraga

Menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 1.340 suku bangsa membuat Indonesia kaya akan budaya. Keragaman budaya Indonesia sudah sejak lama terkenal dan dikagumi bangsa-bangsa lain di dunia. Bangsa yang datang ke Indonesia selalu terkesan dengan keramahan penduduknya, kelezatan makanannya, dan seni budaya yang memesona. Budaya inilah yang kemudian mengharumkan nama Indonesia di seluruh dunia dan menarik para wisatawan untuk datang ke Indonesia. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO, salah satu organisasi PBB yang bergerak di bidang pelestarian budaya, mencatat ada puluhan kebudayaan Indonesia yang dikategorikan sebagai warisan budaya dunia benda dan tak benda PBB. Beberapa di antaranya, yaitu tarian dan pakaian tradisional, tempat-tempat bersejarah, hingga makanan.

Jenis Budaya di Indonesia Selain budaya yang telah kalian pelajari, masih banyak budaya lain yang tak kalah menariknya. UNESCO membagi budaya-budaya tersebut terbagi ke dalam dua jenis, yaitu budaya benda dan tak benda. Lalu, apa beda keduanya?  Budaya benda adalah peninggalan yang bisa kita lihat dengan mata dan disentuh dengan tangan, seperti candi dan patung-patung penyertanya. Budaya tak benda berupa praktik, ekspresi, keterampilan, atau pengetahuan yang diwariskan nenek moyang kita, seperti tarian, pertunjukan wayang, hingga keris dan batik.

Kenapa keris dan batik termasuk budaya tak benda, ya? Padahal, keduanya bisa dilihat dan disentuh? Ternyata yang dianggap sebagai warisan budaya adalah seni atau pengetahuan dalam membuat keris dan batik yang diturunkan secara turun-menurun dari nenek moyang kita. Begitu juga dengan angklung, kapal pinisi, juga noken. Warisan budaya tak benda ini bisa hilang jika ilmu pengetahuan, seni, atau keterampilan tersebut tidak diturunkan kepada generasi selanjutnya.

Dampak Negatif dari Globalisasi Ternyata, kemudahan pertukaran budaya berkat adanya globalisasi juga memiliki dampak negatif, lho. Salah satunya bisa memengaruhi, bahkan mengancam keberadaan budaya lokal di Indonesia. Hal ini dikarenakan penyesuaian yang masyarakat lakukan terhadap kebiasaan dari negara lain yang diperoleh dari televisi maupun media lainnya. Misalnya, selera bermusik, gaya berbusana, hingga jenis makanan.  Apakah kalian menemukan fenomena ini di sekolah? Bagaimana pendapat kalian tentang hal tersebut? Apa yang bisa dilakukan generasi muda supaya hal tersebut tidak berdampak negatif?

Lihat planet kita, cantik ya! Bumi tempat tinggal kita merupakan planet yang besar. Namun, Bumi hanya salah satu planet dari sekian banyak planet di luar sana. Masih ada planet yang jauh lebih besar daripada Bumi, lho! Sebenarnya, ada apa sajakah di luar angkasa? Ke mana Matahari saat malam hari? Lalu, ada di mana Bulan saat siang hari? Yuk bersiap, karena bab ini akan membawa kalian menjelajahi luar angkasa!

Saat Matahari terbit dan terbenam, kita melihat seakan-akan Matahari bergerak. Walaupun begitu, ternyata Bumilah yang bergerak. Tanpa kita sadari, Bumi kita berputar setiap detiknya

Bumi selalu berputar pada poros atau sumbunya. Gerakan ini disebut rotasi. Bumi berputar berlawanan arah jarum jam dan membutuhkan waktu 23 jam 56 menit untuk satu kali rotasi. Bumi bergerak dengan waktu dan kecepatan yang sama setiap saat. Hal ini membuat kita tidak merasakan pergerakannya.

Sambil berotasi, Bumi juga berputar mengelilingi Matahari pada orbitnya yang tetap. Gerakan ini disebut revolusi. Ketika berevolusi, kita juga bisa menyebut bahwa Bumi mengorbit Matahari. Waktu untuk Bumi melakukan satu kali revolusi, yaitu 365,25 hari. Orbit Bumi berbentuk elips atau oval.

 Bulan mirip seperti Bumi, ia juga berotasi dan berevolusi. Namun, Bulan berevolusi terhadap Bumi. Akibatnya, Bulan juga akan mengikuti Bumi mengorbit Matahari. Waktu untuk Bulan satu kali berevolusi terhadap Bumi, yaitu sekitar  28 hari. Waktu Bulan berotasi sama dengan waktu revolusinya.

Gaya Gravitasi di Antariksa Di Bumi, gaya gravitasi dari Bumilah yang paling berpengaruh terhadap penghuninya. Pusat gravitasi Bumi ada di inti Bumi sehingga semua objek yang ada di Bumi akan tertarik ke pusat Bumi.  Lain halnya jika kita berbicara mengenai antariksa. Benda-benda langit akan tertarik ke benda lainnya yang memiliki gaya gravitasi paling besar. Matahari memiliki gaya gravitasi yang sangat besar. Orbit Bumi terbentuk karena adanya tarikan dari gravitasi Matahari terhadap Bumi. Adapun Bulan mendapatkan pengaruh dari gravitasi Bumi serta Matahari.

Matahari terbentuk dari gas helium dan hidrogen yang sangat panas dan biasa disebut bola panas. Matahari merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi sehingga cahayanya menerangi Bumi saat siang hari dan panasnya bisa kita rasakan. Ukuran Matahari sangat besar sehingga gaya gravitasinya bisa menarik planet-planet di sekitarnya, termasuk Bumi. Walaupun begitu, jika dibandingkan dengan bintang yang lain, Matahari termasuk dalam jajaran bintang yang kecil. Sama seperti Bumi, Matahari juga berotasi dan berevolusi. Matahari berevolusi mengelilingi pusat galaksi Bima Sakti.

Sampai saat ini, Bumi merupakan satusatunya tempat dengan makhluk hidup di dalamnya.  Rumah kita ini spesial, lho! Karena, Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya dengan sebagian besar permukaan berupa perairan. Sebanyak 70% permukaan Bumi diselimuti oleh air. Keberadaan air inilah yang berperan bagi kehidupan di Bumi. Bumi kita terbentuk dari bebatuan dan logam sehingga termasuk dalam kelompok planet berbatu.